Enam Hal yang Patut Kamu Lakukan Untuk Perawatan Si Kecil yang baru Lahir

Hei, Sekarang kami akan jelaskan mengenai Enam Hal yang Patut Kamu Lakukan Untuk Perawatan Si Kecil yang baru Lahir. Boleh jadi informasi atau artikel ini mampu menjadi rujukan atau informasi yang bagus untuk Kamu. Selamat membaca.

Beberapa besar Ibu yang baru melahirkan lebih-lebih buah hati pertama mungkin masih linglung dengan metode merawat Anak. Perlu dikenal, cara merawat Si Kecil supaya pertumbuhan dan perkembangannya terjaga membutuhkan perawatan yang sedikit berbeda. Si Kecil cenderung sensitif dengan perubahan lingkungan sekitar, termasuk udara, temperatur dan lain sebagainya, termasuk paparan. Kecuali itu, keperluan nutrisi Anak juga berbeda, dalam hal jumlah serta frekuensi pemberiannya.
Berapa kali sehari, sih, Si Kecil harus dimandikan? Kenapa pula bokongnya kerap berwarna merah? Perlukah kita membersihkan lidah si kecil? Nah, simak jawaban ahli mengenai pertanyaan yang kerap Anda lontarkan.

Menjadi bapak dan ibu memang menyenangkan. Sayangnya, untuk anda ibu baru yang belum memiliki pengalaman, kesibukan mengurus si kecil akan dapat cukup merepotkan dan membikin anda panik. Akan tapi, sebagai orang tua yang mempunyai Bayi baru lahir anda dituntut untuk yidak melakukan kekeliruan sedikit saja.

Merawat Anak baru lahir identik dengan kelelahan sepanjang hari. Tak jarang, banyak orang tua dilanda tekanan berlebih. Terpenting bila baru memiliki anak yang pertama. Berikut kiat untuk orang tua dalam merawat Anak dari mempersiapkan diri sendiri dan dalam merawat Si Kecil:

– Menjaga keadaan Tubuh
Walaupun merawat Bayi baru lahir kerap dikaitkan dengan kuranga tidur, hindarilah mengonsumsi kafein atau makanan pengusir rasa kantuk lainnya. Tetaplah konsumsi makanan sehat, mencukupi keperluan air harian, dan pastikan senantiasa menghirup udara segar.

Supaya kondisi tetap bugar, tidurlah berbarengan dengan waktu tidur buah hati Anda. Mintalah pasangan untuk menggantikan posisi Anda saat malam hari juga bisa dijalankan. Selain itu, pastikan untuk sesekali mengajak Bayi untuk merasakan hal-hal yang menjadi minat Anda. Tradisi sehari-hari yang baik jikalau diterapkan bisa membikin Anda lebih berenergi dikala merawat Buah Hati.

– Tunda dulu pekerjaan lain
Jangan terlalu memaksakan diri untuk menjaga hal-hal yang umum dilakukan sebelum kelahiran buah hati Anda. Membersihkan seisi rumah dan mencuci baju dapat ditunda dulu agar tidak terlalu lelah dikala merawat Si Kecil baru lahir.

Anda juga dapat menghemat daya dengan mengurangi aktivitas yang lazimnya memerlukan waktu lama, seperti memasak. Kalau sebelum ada si Kecil Anda terbiasa menyiapkan makan malam yang sempurna, karenanya sekarang cukup menyampaikan makanan yang mudah diolah. Tentu saja, bukan berarti Anda mengenyampingkan nilai gizi di dalamnya.

– Jaga kebersihan dan kenyamanan anak
Jagalah kebersihan tangan ketika hendak mengontrol atau menggendong Buah Hati yang baru lahir. Cucilah tangan dahulu sebelum mengerjakan kontak dengan Bayi agar mereka terhindar dari serangan bakteri. Berhati-hatilah dikala menggendong Buah Hati yang baru lahir, khususnya perhatikan pegangan Anda pada bagian kepala dan leher si kecil.

Jangan pernah menguncang-guncang Buah Hati dikala membangunkan mereka sebab dapat menyebabkan pendarahan di otak. Batasi juga tingkatan permainan kita bersama Bayi. Jangan lakukan lempar tangkap atau menggoyang-goyang Anak di lutut karena hal itu membahayakan.

– Kenali kebutuhan minum susu Anak
Ketika memberikan Bayi ASI maupun susu formula, berikan dalam porsi cukup. Tanyakan pada bidan atau dokter yang menolong pelaksanaan kelahiran, seberapa banyak jumlah Asi/susu yang perlu dikasih tiap kali minum dan tiap berapa jam Bayi perlu diminumkan. Karena pemberian jumlah minum dan frekuesi minum pada setiap Bayi berbeda sebab bertumpu pada berat badan Buah Hati (cocok keperluan). Kekurangan minum akan bisa menyebabkan berat Anak turun, sebaliknya kelebihan minum dapat menyebabkan Bayi muntah hingga akhiirnya tersedak. Bila tersedak, maka akan masuk ke saluran napas hingga paru-paru dan dapat menyebabkan Anak menjadi kebiruan dan meninggal.

– Jaga Si Kecil dari kondisi demam
Demam tak jarang terjadi pada Si Kecil dan buah hati, para Ibu perlu seketika menangani demam yang terjadi pada buah hati sebab beberapa besar demam pada Anak dan si kecil dapat membuat buah hati menjadi kejang. Jikalau terjadi kejang, hal ini memberi pengaruh kelistrikan dari saraf-saraf serta dapat merusak saraf. Oleh karenanaya imbas kejang kedepannya bisa menghalangi perkembangan otak si kecil, atau pengaruh langsung ketika terjadi kejang bisa mengakibatkan hilangnya kesadaran.

– Rawat tali pusat
Pada dikala Si Kecil setelah lahir, lazimnya bidan atau dokter telah mengikat tali sentra yang menempel ditubuh Bayi. Tali pusat ini akan terjatuh seiring bertambahnya hari asalkan tali sentra terawat baik dan kering. Ketika dirumah, jangan menaruh bermacam variasi zat semisal bedak pada tali sentra. Hal ini akan menyebabkan infeksi dan demam pada bayi. Rawatlah kebersihan tali pusat dan biarkan mengering karenanya tali sentra akan jatuh atau terlepas dengan sendirinya.

– Mengganti popok
Salah satu perawatan bayi baru lahir yang dianggap susah adalah memasang popok. Anda mungkin akan mengganti popok hingga 10 kali dalam sehari. Hal ini tergantung dengan asupan yang diterima bayi. Umumnya, buah hati yang terpaksa dikasih susu formula semenjak lahir mempunyai frekuensi kencing lebih tinggi dibandingkan anak yang dikasih ASI.

Sementara itu mengenai membuang air besar, bayi menjalankannya pertama kali sesudah sehari atau dua hari kelahirannya. Adapun kotoran bayi baru lahir yang bagus berupa mekonium berwarna hitam. Mekonium sendiri terdiri dari lendir, cairan ketuban, dan semua sesuatu yang ditelan bayi saat berada di dalam bayi dalam kandungan.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan sesuai yang Anda harapkan yaitu seperti judul artikel ini: Enam Hal yang Patut Kamu Lakukan Untuk Perawatan Si Kecil yang baru Lahir. Baca juga artikel lain dibawah ini.

Recommended For You

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *