Bayi Baru Lahir, 7 Kiat dan Metode Perawatannya Dengan Baik dan Benar

Halo, Kali ini saya mau ulas tentang Bayi Baru Lahir, 7 Kiat dan Metode Perawatannya Dengan Baik dan Benar. Kelihatannya informasi atau artikel ini bisa menjadi rujukan atau informasi yang bagus untuk Kamu. Selamat membaca.

Beberapa besar Ibu yang baru melahirkan khususnya buah hati pertama mungkin masih linglung dengan metode merawat Bayi. Perlu diketahui, cara merawat Bayi supaya pertumbuhan dan perkembangannya terjaga membutuhkan perawatan yang sedikit berbeda. Buah Hati cenderung peka dengan perubahan lingkungan sekitar, termasuk udara, suhu dan lain sebagainya, termasuk paparan. Kecuali itu, keperluan gizi Buah Hati juga berbeda, dalam hal jumlah serta frekuensi pemberiannya.
Berapa kali sehari, sih, Bayi harus dimandikan? Kenapa pula bokongnya kerap berwarna merah? Perlukah kita membersihkan lidah si kecil? Nah, simak jawaban ahli mengenai pertanyaan yang kerap Anda lontarkan.

Menjadi orangtua memang menyenangkan. Sayangnya, untuk anda ibu baru yang belum mempunyai pengalaman, kesibukan mengurus buah hati akan dapat cukup merepotkan dan membikin anda panik. Akan tetapi, sebagai orangtua yang memiliki Buah Hati baru lahir anda dituntut untuk yidak melakukan kekeliruan sedikit saja.

Merawat Buah Hati baru lahir identik dengan kelelahan sepanjang hari. Tidak jarang, banyak orang tua dilanda tekanan berlebih. Lebih-lebih jika baru mempunyai si kecil yang pertama. Berikut tips untuk orang tua dalam merawat Bayi dari mempersiapkan diri sendiri dan dalam merawat Anak:

– Menjaga suasana Fisik
Meskipun merawat Bayi baru lahir sering kali dihubungkan dengan kuranga tidur, hindarilah mengonsumsi kafein atau makanan pengusir rasa kantuk lainnya. Tetaplah konsumsi makanan sehat, mencukupi keperluan air harian, dan pastikan selalu menghirup udara segar.

Supaya situasi tetap bugar, tidurlah berbarengan dengan waktu tidur buah hati Anda. Mintalah pasangan untuk menggantikan posisi Anda saat malam hari juga bisa dilakukan. Selain itu, pastikan untuk adakalanya mengajak Anak untuk merasakan hal-hal yang menjadi atensi Anda. Budaya sehari-hari yang baik seandainya digunakan bisa membuat Anda lebih berenergi saat merawat Bayi.

– Tunda dulu pekerjaan lain
Jangan terlalu memaksakan diri untuk menjaga hal-hal yang awam dilaksanakan sebelum kelahiran buah hati Anda. Membersihkan seisi rumah dan mencuci baju dapat ditunda dulu supaya tidak terlalu lelah ketika merawat Buah Hati baru lahir.

Anda juga dapat menghemat kekuatan dengan mengurangi kegiatan yang umumnya memerlukan waktu lama, seperti memasak. Bila sebelum ada si Kecil Anda terbiasa menyiapkan makan malam yang total, karenanya sekarang cukup mempersembahkan makanan yang mudah diolah. Tentu saja, bukan berarti Anda mengenyampingkan skor nutrisi di dalamnya.

– Lihat kebersihan dan ketenangan buah hati
Jagalah kebersihan tangan ketika hendak mengendalikan atau menggendong Buah Hati yang baru lahir. Cucilah tangan dahulu sebelum melakukan kontak dengan Buah Hati agar mereka terhindar dari serangan kuman. Berhati-hatilah ketika menggendong Si Kecil yang baru lahir, secara khusus perhatikan pegangan Anda pada bagian kepala dan leher bayi.

Jangan pernah menguncang-guncang Bayi ketika membangunkan mereka sebab dapat menyebabkan pendarahan di otak. Batasi juga tahapan permainan kita bersama Buah Hati. Jangan lakukan lempar tangkap atau menggoyang-goyang Buah Hati di lutut sebab hal itu membahayakan.

– Kenali kebutuhan minum susu Si Kecil
Ketika memberikan Bayi ASI ataupun susu formula, berikan dalam porsi cukup. Tanyakan pada bidan atau dokter yang membantu progres kelahiran, seberapa banyak jumlah Asi/susu yang perlu dikasih setiap kali minum dan tiap berapa jam Bayi perlu diminumkan. Karena pemberian jumlah minum dan frekuesi minum pada tiap Anak berbeda sebab bertumpu pada berat badan Buah Hati (cocok keperluan). Kekurangan minum akan dapat menyebabkan berat Bayi turun, sebaliknya kelebihan minum dapat menyebabkan Buah Hati muntah hingga akhiirnya tersedak. Jikalau tersedak, maka akan masuk ke saluran napas sampai paru-paru dan bisa menyebabkan Buah Hati menjadi kebiruan dan meninggal.

– Jaga Buah Hati dari situasi demam
Demam sering kali terjadi pada Anak dan buah hati, para Ibu perlu segera menangani demam yang terjadi pada buah hati karena beberapa besar demam pada Buah Hati dan anak bisa membuat si kecil menjadi kejang. Jikalau terjadi kejang, hal ini mempengaruhi kelistrikan dari saraf-syaraf serta bisa merusak saraf. Oleh karenanaya dampak kejang kedepannya bisa menghalangi perkembangan otak buah hati, atau dampak langsung saat terjadi kejang bisa mengakibatkan hilangnya kesadaran.

– Rawat tali sentra
Pada dikala Si Kecil sesudah lahir, lazimnya bidan atau dokter sudah mengikat tali sentra yang menempel ditubuh Bayi. Tali sentra ini akan terjatuh seiring bertambahnya hari asalkan tali sentra terawat bagus dan kering. Ketika dirumah, jangan menaruh berbagai macam zat contohnya bedak pada tali sentra. Hal ini akan menyebabkan infeksi dan demam pada anak. Rawatlah kebersihan tali pusat dan biarkan mengering maka tali pusat akan jatuh atau terlepas dengan sendirinya.

– Mengganti popok
Salah satu perawatan bayi baru lahir yang dianggap susah merupakan memasang popok. Anda mungkin akan mengganti popok sampai 10 kali dalam sehari. Hal ini tergantung dengan asupan yang diterima anak. Biasanya, bayi yang terpaksa dikasih susu formula sejak lahir mempunyai frekuensi kencing lebih tinggi dibandingi anak yang dikasih ASI.

Sementara itu mengenai buang air besar, buah hati melaksanakannya pertama kali sesudah sehari atau dua hari kelahirannya. Adapun kotoran bayi baru lahir yang bagus berupa mekonium berwarna hitam. Mekonium sendiri terdiri dari lendir, cairan ketuban, dan segala sesuatu yang ditelan anak dikala berada di dalam janin.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan sesuai yang Anda harapkan yaitu seperti judul artikel ini: Bayi Baru Lahir, 7 Kiat dan Metode Perawatannya Dengan Baik dan Benar. Baca juga artikel lain dibawah ini.

Recommended For You

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *